Perkebunan Rokan Hilir Tetap Menjadi Primadona Riau

­ADVETORIAL

PERKEBUNAN di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) hingga kini ternyata masih menjadi primadonanya Provinsi Riau.

Terbukti, hingga sekarang ini sektor perkebunan masih tetap menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Karena dengan adanya dukungan sumber daya yang besar, orientasi pada ekspor, dan komponen impor yang kecil akan dapat menghasilkan devisa non migas dalam jumlah besar.

Oleh karenanya, tanaman perkebunan mempunyai peranan sebagai salah satu sumber devisa sektor pertanian dan penyedia bahan baku industri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri serta berperan dalam kelestarian lingkungan hidup.

Di Kabupaten Rohil banyak sekali daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkannya sektor perkebunan. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor ekologi yang baik untuk membudidayakan jenis tanaman perkebunan.

Faktor-faktor ekologi tersebut diantaranya, Indonesia memiliki beragam jenis tanah yang mampu ditanami jenis tanaman apapun, sinar matahari yang konsisten sepanjang tahun, kondisi iklim tropis memenuhi syarat untuk tumbuh jenis tanaman, dan curah hujan rata-rata per bulan cukup tinggi. Umumnya tanaman perkebunan sangat cocok ditanam di daerah tropis dan subtropis.

Oleh karena itu, beberapa jenis komoditi perkebunan banyak berkembang di Kabupaten Rohil diantaranya, perkebunan kelapa sawit, kelapa, karet, kakao, tebu, kina, dan sebagainya.

Komoditi perkebunan dengan berbagai karaakteristik baik dari morfologinya, syarat tumbuhnya, maupun beberapa produk olahannya, sehingga mampu berkembang di Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian Rohil, drh. Isa Ahmadi mengatakan, segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai, mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan juga teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan maupun masyarakat.

Perkebunan merupakan lahan usaha pertanian yang luas, biasanya terletak di daerah tropis atau subtropis, yang digunakan untuk menghasilkan komoditas perdagangan (pertanian) dalam skala besar dan dipasarkan ke tempat yang jauh, bukan untuk konsumsi lokal.

Perkebunan dapat ditanami dengan tanaman industri seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, kelapa, tebu, dan sebagainya. Ukuran luas perkebunan sangat relatif dan tergantung ukuran volume komoditas yang dipasarkannya.

Namun demikian, suatu perkebunan memerlukan suatu luas minimum untuk menjaga keuntungan melalui sistem produksi yang diterapkannya.

Ciri perkebunan : menerapkan cara monokultur, paling tidak untuk setiap blok yang ada di dalamnya, terdapat instalasi pengolahan atau pengemasan terhadap komoditi yang dipanen di lahan perkebunan itu, sebelum produknya dikirim ke pembeli.

Presiden Joko Widodo
Presiden RI, Joko Widodo ketika melakukan penanaman perdana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kec. Bagan Sinembah, Kab. Rokan Hilir, Provinsi Riau, beberapa waktu lalu. Foto: suluhsumatera.com/istimewa.

 


Angkat Taraf Kehidupan Petani

Bupati Rohil, H. Suyatno menegaskan, tanaman perkebunan mempunyai peranan sebagai salah satu sumber devisa sektor pertanian, penyedia bahan baku industri sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri serta berperan dalam kelestarian lingkungan hidup.

Pemerintah secara berangsur mengurangi petani yang tidak mempunyai tanah menjadi pemilik tanah dalam pembangunan sub sektor perkebunan. Pemilikan lahan secara bertahap dilakukan dengan program Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

Tujuan dilaksanakannya pembangunan PIR adalah untuk meningkatkan taraf hidup para petani atau pengebun dengan jalan pembukaan arel-areal baru kurang produktif atas lahan kritis, serta menghentikan perladangan berpindah-pindah.

Dengan proyek PIR, maka petani dapat menjual komoditas hasil kebunnya kepada pemerintah dengan harga pasaran ekspor serta kualitas komoditas terjamin standarnya.

Potensi sub sektor perkebunan untuk dijadikan ekspor di masa-masa mendatang sebenarnya sangat besar. Prasyarat yang diperlukan hanyalah perbaikan dan penyempurnaan iklim usaha dan struktur pasar komoditas perkebunan dari sektor hulu hingga ke hilir.

Mustahil kinerja ekspor akan lebih baik jika kegiatan produksi di sektor hulu, pola perdagangan, dan distribusi komoditas perkebunan domestik masih mengalami banyak hambatan.

Perkebunan merupakan segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai, mengolah dan memasarkan barang serta jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan juga teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan pun masyarakat.

Juga mampu mempunyai peranan sebagai salah satu sumber devisa sektor pertanian, penyedia bahan baku industri. Sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri serta berperan dalam kelestarian lingkungan hidup.

Bupati Rohil, H. Suyatno
Bupati Rokan Hilir, H. Suyatno ketika melakukan Kastrasi perdana pada tanaman kelapa sawit hasil program PSR tahap pertama yang ditanam oleh Presiden RI, Joko Widodo. Foto: suluhsumatera.com/istimewa.

Bupati Kastrasi Perdana Tanaman Program PSR

Bupati Rohil,  H. Suyatno, Amp didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, drh. H Isa Ahmadi serta Ketua Apkasindo Rokan Hilir, Tommy Sihombing secara langsung meninjau tanaman sawit hasil Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama dengan Kepala Dinas dan Apkasindo serta Upika Bagan Sinembah kembali meninjau langsung sawit hasil dari program PSR yang ditanam langsung oleh bapak Presiden Jokowi beberapa waktu lalu,” kata Bupati.

Selain meninjau, bahkan orang nomor wahid di negeri seribu kubah ini juga tidak segan-segan memegang dodos, yakni alat untuk melakukan pemangkasan terhadap bunga calon buah sawit (Kastrasi).

“Kalau menurut keterangan dari Ketua Apkasindo, bahwa yang saya lakukan tadi itu adalah Kastrasi yang bertujuan membuang bunga yang menjadi buah pasir dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan batang dan daun,” imbuh Suyatno kembali.

Dan menurut Bupati, bahwa tanaman kelapa sawit tersebut juga sudah dipantau langsung oleh pihak kementerian.

“Semoga kedepannya perkembangan kelapa sawit di Rokan Hilir, khususnya di Bagan Sinembah ini dapat semakin bagus dan mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat,” harap Suyatno.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Rokan Hilir, drh. Isa Ahmadi juga menyebut, Kastrasi tersebut dilakukan untuk menekan pertumbuhan generative dan merangsang pertumbuhan vegetatif.

“Selain itu kastrasi sangat berguna bagi tanaman yaitu memutus siklus hama tandan, seragamnya berat tandan, mempercepat pertumbuhan batang atau pokok KS. Saat panen dilakukan TBS dihasilkan telah mencapai berat standar PKS. Mengurangi kelembapan pada tanaman yang dapat memicu tumbuhnya jamur parasit,” papar Isa.

Dan Kastrasi ini sebutnya, dilakukan saat pokok kelapa sawit mulai menghasil bunga/buah pada umur 18 bulan. 

“Kastrasi dilakukan sebanyak tiga rotasi dengan interval dua bulan. Maka kastrasi dilakukan pada umur tanaman 18, 20 dan 22 bulan. Pada rotasi rotasi 1 dan 2 bunga jantan dan bakal buah baik yang telah membuka maupun yang telah tertutup seludang dibuang. Pada rotasi ke-3  buah di buang yaitu hanya bunga betina yang telah membuka atau dipastikan hanya bunga betina, sedangkan bunga jantan dan bunga yang belum membuka ditinggal,” terangnya. (*)

Share

Berita Terkini

Sekda Tapsel Ajak DWP Bekerjasama Dalam Mengoptimalisasikan Pembangunan

TAPANULI SELATAN suluhsumatera.com : Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapanuli Selatan (Tapsel), Parulian Nasution membuka puncak

Share

Calon Kepala Desa Ajamu Ditetapkan

PANAI TENGAH suluhsumatera.com : Calon Kepala Desa Perkebunan Ajamu, Kec. Panai Hulu, Kab. Labuhanbatu yang

Share

2 Rumah Warga Kurang Mampu Di Labusel Direnovasi Baznas

KOTAPINANG suluhsumatera.com : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Labusel tahun ini menggelar program bantuan renovasi

Share

Warga Kubu Rohil Diringkus Polisi Terkait KDRT

ROKAN HILIR suluhsumatera.com : Seorang pria berinisial Um, 24 warga Kep. Teluk Piyai Pesisir, Kec.

Share

11 Pelaku Begal Sadis Ditangkap Polisi, Beraksi Pakai Pedang Hingga Samurai

suluhsumatera.com – Tim Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar bersama Polsek Panakkukang menangkap 11 pelaku begal sadis

Share

Dibakar Api Cemburu, Pria Palembang Nekat Bakar Rumah Kekasihnya

suluhsumatera.com – Seorang pria di Palembang, Sumatera Selatan, Vije nekat membakar rumah kekasihnya  karena terbakar

Share

Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Meninggal Terkubur di Belakang Kosan, Hilang 3 Hari

suluhsumatera.com – Wina Mardiani (20), mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu, yang hilang sekitar 3 hari ditemukan meninggal

Share

Berbicara Di Madrird, Bupati Sintang Cerita Mengenai 6 Warganya Yang Ditangkap Terkait Kebakaran Lahan

MADRID suluhsumatera.com : Bupati Sintang, Jarot Winarno angkat bicara terkait enam orang peladang di Kab.

Share

Hari Ini, Dirut Bank Mandiri Ditentukan

JAKARTA suluhsumatera.com : Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

Share

Hari Ini Presiden Panggil Kapolri, Terkait Kasus Novel Baswedan

JAKARTA suluhsumatera.com : Terkait perkembangan kasus teror yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan, Presiden

Share