20.000 Ton Beras Di Gudang Bulok Mengalami Penurunan Mutu

JAKARTA

suluhsumatera.com : Diperkirakan 20 ribu ton beras yang ada gudang Bulog mengalami penurunan mutu.

Perum Bulog pun putar otak agar puluhan ribu ton cadangan beras pemerintah (CBP) di gudangnya tidak dimusnahkan.

Peraturan Menteri Pertanian No. 38 tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menyebutkan, beras harus di-disposal apabila telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit empat bulan atau berpotensi dan atau mengalami penurunan mutu.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), empat mekanisme yang bisa dilakukan terhadap beras yang turun mutu.

Pertama, beras tersebut bisa dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET). Kedua, diolah kembali untuk memperbaiki mutu beras. Ketiga, melakukan penukaran untuk mendapatkan CBP dengan kualitas lebih baik. Keempat, dihibahkan untuk bantuan sosial dan kemanusiaan.

“Beras-beras tersebut tidak dibuang begitu saja,” kata dia saat dihubungi detikcom, Jakarta, Minggu (1/12/2019).

Ketika beras tersebut tidak bisa mengikuti mekanisme di atas maka dicarikan opsi lain, misalnya menjualnya ke industri pengolahan ethanol.

“Kami mencari opsi lain dengan menjualnya ke industri pengolahan ethanol,” sebutnya, seperti dikutip dari laman detikcom.

Ketika beras turun mutu tersebut tidak bisa dijual ke industri, baru lah dipilih opsi terakhir dengan dimusnahkan. Itu dilakukan atas rekomendasi hasil laboratorium.

Tri Wahyudi memastikan, pihaknya sudah melakukan manajemen yang sesuai standar untuk menjaga mutu beras. Namun yang jadi soal adalah di sisi hilirnya.

“Persoalnnya kembali pada manajemen hilirnya saat penyaluran dan penjualannya,” kata dia saat dihubungi detikcom, Jakarta, Minggu (1/12/2019).

Dulu beras Bulog ada jaminan disalurkan ke masyarakat, baik lewat bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) maupun jaminan pasar atas stok yang sudah dibeli Bulog. Namun kini kondisinya berubah, yang mana Bansos tersebut bertransformasi menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Karena beras adalah komoditi yang mudah rusak (Perishable) maka mekanisme FIFO (First in First out) juga sudah kami lakukan dengan baik. Persoalannya terjadi ketidakseimbangan yang masuk lebih besar dari yang keluar,” jelasnya.

Sementara dia memastikan bahwa Perum Bulog sudah mengelola beras yang disimpan di gudang dengan benar. Pihaknya memiliki mekanisme dalam quality control mulai dari beras masuk ke gudang dengan survey yang dilakukan surveyor independent sesuai persyaratan kualitas yang tertulis dalam Inpres No. 5 tahun 2015.

“Saat beras ada di dalam gudang, Bulog melakukan perawatan kualitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dilakukan setiap minggu, setiap bulan, dan setiap hari kami lakukan pembukaan pintu gudang secara rutin agar terjadi sirkulasi udara yang baik,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya juga rutin melakukan pengecekan kadar air tersimpan, pencegahan serangan hama dan gudang dengan pola Pengendalian Hama Gudang Terpadu (PHGT).

Tri Wahyudi menjelaskan agar beras di gudang bisa disalurkan selagi mutunya masih bagus, Bulog masuk ke pasar komersial.

“Bulog tidak diam dengan adanya transformasi program rastra menjadi BPNT dengan menggenjot pasar komersialnya,” kata dia saat dihubungi detikcom, Jakarta, Minggu (1/12/2019).

“Pasar komersial yang dimaksud bahwa pak Dirut Bulog baru saja me-launching e-commerce di panganan dot com,” lanjutnya.

Tri juga menjelaskan bahwa Bulog sudah mulai bekerja sama dengan sesama BUMN dengan melayani kebutuhan beras pegawai BNI dan BRI melalui layanan onlinenya. Dengan demikian beras di gudang bisa disalurkan.

“Dan Alhamdulillah sudah bisa memberikan kepuasan pelanggan. Bulog juga sudah kerja sama dengan Grab Kios yang melayani anggotanya,” lanjutnya.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk menyalurkan beras yang menumpuk di gudang, pihaknya bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk menyalurkan beras medium di outlet retail modern. (*)

Berita Terkini

Tujuh Pelajar Tenggelam Hingga Satu Tewas Saat Peristiwa Perahu Terbalik di Gowa

suluhsumatera.com – Tujuh pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tenggelam saat

Diakuisisi, Bank Permata Bisa Manfaatkan Jaringan Bangkok Bank

suluhsumatera.com – Pelaksanaan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat yang diumumkan oleh pemegang saham mayoritas Bangkok Bank, melalui Bank Standard Chartered

Dinas Perhubungan Labusel Sosialisasi Tahap II Penetapan Nama Jalan Tingkat Kecamatan

KOTAPINANG suluhsumatera : Dinas Perhubungan Labuhanbatu Selatan (Labusel), menggelar Sosialisasi Penetapan Nama Jalan Tingkat Kecamatan

ASN Wajib Patuhi SKB Radikalisme

MEDAN suluhsumatera.com : Apatatur Sipil Negara (ASN) wajib mengikuti aturan dan regulasi dalam Surat Keputusan

Rp500 Juta Zakat Karyawan Bank Sumut Disalurkan Ke Masjid Agung

MEDAN suluhsumatera.com : Bank Sumut menyalurkan zakat sebesar Rp500 juta untuk pembangunan Masjid Agung Medan.

Mantan Model Ini Selundupkan Narkoba Dari Malaysia

JAKARTA suluhsumatera.com : Mantan model berinisial DY, 39 ditangkap polisi karena menyelundupkan sabu dari Malaysia

Gibran Minta Restu Neneknya

JAKARTA suluhsumatera.com : Gibran Rakabuming berkunjung ke eyang putrinya, yang juga ibu Presiden Joko Widodo

Wapres Ingatkan Tentang Pancasila

JAKARTA suluhsumatera.com : Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin mengatakan pembinaan kerukukan umat beragama seluruh daerah

Kapolda Riau Terima Penghargaan Bintang Bhayangkara Pratama Dari Presiden

RIAU suluhsumatera.com : Kapolda Riau, Irjen. Pol. Agung Setya Iman Efendi, SIK, MSi bersama 25

Hj. Hasnah Salurkan 85 Ekor Kambing CSR Perusahaan Di Sungaikanan

SUNGAIKANAN suluhsumatera.com : Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Labusel, Hj. Hasnah Harahap, SE kembali